Perkuat Kemitraan Strategis Presiden RI Kunjungan Kenegaraan ke Vietnam

0
149
Foto Biro Pers Kepresidenan

HANOI, Presidentpost.id – Presiden RI Joko Widodo beserta Ibu Iriana Joko Widodo berada di Hanoi, Vietnam, pada 11 – 12 September 2018 untuk melakukan kunjungan kenegaraan (state visit) dan menghadiri World Economic Forum (WEF) on ASEAN.  Kunjungan kali ini bertepatan dengan tahun ke-5 kemitraan strategis kedua negara yang disepakati pada tahun 2013 saat kunjungan kenegaraan Presiden Vietnam ke Jakarta. ​

Presiden Joko Widodo tiba di Bandara Noi Bai, Hanoi, pada 11 September 2018 pukul 14.54 WS setelah menempuh perjalanan selama 4 jam dari Seoul, Korea Selatan.  Setibanya di Hanoi, Presiden RI disambut oleh Duta Besar RI untuk Vietnam Ibnu Hadi dan Kepala Protokol Negara Vietnam Mai Phuoc Dung.  Kedatangan Presiden RI mendapat sambutan yang meriah dari masyarakat Indonesia yang menggunan kaos merah bertuliskan “Chào mừng Tổng thống  Joko Widodo tới Hà Nội” sambil melambaikan bendera kedua negara.

Presiden Vietnam Trần Đại Quang menyambut kedatangan Presiden RI dalam upacara kenegaraan yang berlangsung di Istana Kepresidenan.  Dalam pernyataan pers bersama yang disampaikan sesuai pertemuan bilateral antar kedua negara, Presiden RI menggarisbawahi perkembangan hubungan ekonomi Indonesia – Vietnam yang cukup pesat. “Dalam tiga tahun belakangan ini tren perdagangan kita cukup baik dan mencapai nilai USD 6,8 miliar. Kita ingin nantinya pada tahun 2020 perdagangan kita bisa mencapai USD10 miliar”.  Sehubungan dengan tersebut, Presiden RI meminta Presiden Trần Đại Quang untuk menghilangkan hambatan-hambatan perdagangan, termasuk terhadap produk-produk otomotif Indonesia.

Terkait investasi, Presiden RI menyampaikan bahwa Indonesia merupakan salah satu investor pertama di Vietnam sejak dimulainya kebijakan Don Moi pada tahun 1986.  Banyak investor Indonesia yang ingin mengembangkan bisnisnya di Vietnam dan Presiden RI berharap Vietnam dapat memberikan perlindungan dan perlakukan yang adil bagi investor Indonesia.
 
Dalam pertemuan bilateral yang turut dihadiri oleh Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Kepala BKPM Thomas Trikasih Lembong, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, serta Duta Besar RI untuk Vietnam Ibnu Hadi, kedua Kepala Negara menyaksikan penandatanganan Strategic Partnership Action Plan 2019 – 2023 oleh kedua Menteri Luar Negeri.  Action Plan tersebut akan menjadi acuan dalam memperkuat kemitraan strategis Indonesia – Vietnam dalam 5 (lima) tahun kedepan.

Selain Action Plan 2019 – 2023, kedua Kepala Negara juga menyaksikan penandatanganan Joint Communique  IUU (illegal, unreported, and unregulated) Fishing oleh Menteri Luar Negeri Indonesia dan Menteri Pertanian dan Pembangunan Pedesaan Vietnam.   Komunike bersama tersebut bertujuan meningkatkan kerjsama dalam pemberantasan pencurian ikan ilegal serta mempromosikan tata kelola perikanan yang berkelanjutan.  Terkait isu kemaritiman, kedua Kepala Negara juga menyepakati upaya mengintensifkan penyelesaian pembahasan Zona Ekonomi Ekslusif (ZEE).

Masih dalam rangkaian kunjungan kenegaraan, Presiden RI juga melakukan pertemuan dengan Perdana Menteri Vietnam Nguyen Xuan Phuc, Sekretaris Jenderal Partai Nguyen Phu Trong dan Ketua Majelis Rakyat Nguyen Thi Kim Ngan membahas upaya peningkatan kemitraan strategis dalam pengembangan ekonomi kreatif dan digital di kawasan serta kerjasama antar parlemen.

Pada hari keduanya berada di Hanoi, Vietnam, Presiden RI menghadiri World Economic Forum on ASEAN dan memberikan sambutan dalam sesi plenary “ASEAN Priorities in the Fourth Industrial Revolution”.  Sambutan singkat Presiden Joko Widodo menganalogikan kondisi ekonomi global dengan film “Avengers”.   Presiden RI menggambarkan sosok “Thanos” bukanlah sebagai seorang individu, namun sebuah kepercayaan yang salah bahwa untuk mencapai keberhasilan bagi kita, yang lain harus mengalah.

“‘Perang yang tak terbatas’ bukan hanya tentang perang dagang, namun tentang kita semua agar kembali belajar pada sejarah, bahwa dengan kreativitas, energi, kolaborasi dan kemitraan, kita sebagai manusia dapat menikmati ‘kelimpahan’, dan kita bisa menghasilkan bukan ‘perang yang tak terbatas’ melainkan ‘sumber yang tak terbatas’,” Presiden RI mengakhiri sambutannya.

Di sela-sela kunjungan kenegaraan, Presiden RI juga menghadiri peluncuran Go-Viet yang merupakan aplikasi penyedia jasa transportasi di Vietnam yang berkolaborasi dengan Go-Jek Indonesia.  Dalam kesempatan tersebut, Presiden RI mengucapkan selamat kepada Go-Viet dan Go-Jek Indonesia serta menyampaikan bahwa pemerintah Indonesia akan terus mendukung masuknya teknologi yang berasal dari Indonesia ke berbagai negara tetangga.​(KEMLU/TPP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here