Wujudkan Pangsa Milenial, Koperasi Harus Melek Teknologi dan Inovatif

0
353

JAKARTA, presidentpost.id – Koperasi dan UKM harus melek teknologi di era digital kalau tidak akan ditelan kemajuan zaman. Peringatan itu terlontar bukan tanpa alasan. Pesatnya perkembangan teknologi dibarengi dengan bertumbuhnya generasi melek teknologi yang akrab disebut generasi milenial menyebabkan usaha konvensional tergerus. Mati pelan-pelan.

Menyikapi peringatan ini, beragam upaya dilakukan Kementerian Koperasi dan UKM, agar koperasi dan UKM tak hanya bergerak di sektor konvensional. Koperasi diajarkan merambah dunia digital dan ikut larut dengan kemajuan teknologi di zaman disrupsi ini.

Presiden Joko Widodo dalam sambutannya ketika menghadiri puncak peringatan Hari Koperasi Nasional ke-71, 12 Juli 2018 secara gamblang memaparkan peringatan ini dan memberikan contoh koperasi yang sukses di luar negeri.

“Kita sekarang ini hidup, yang pertama di era teknologi, yang kedua di era globalisasi, dan yang ketiga di era milenial. Kita harus sadar semuanya bahwa perubahan sekarang ini terjadi begitu sangat cepatnya. Revolusi Industri 4.0 menurut McKinsey Global Institute, perubahan yang terjadi 3.000 kali dibandingkan perubahan pada revolusi industri yang pertama. Artinya apa, perubahan ini akan sangat cepat sekali,” sebut Presiden dalam pidatonya, dikutip dari laman www.setkab.go.id.

Oleh sebab itu, ia meminta semua pihak harus mengerti semuanya, apa itu artificial intelligence, apa itu internet of things, apa itu big data, apa itu advanced robotic. “Kita harus mengerti semuanya, kalau tidak kita ditinggal. Perkembangan-perkembangan hyperloop, Tesla, cryptocurrency, ini harus mengerti semuanya. Insan koperasi juga sama, ini harus mengerti semuanya. Karena perubahan ini akan sangat cepat sekali. Sering regulasinya belum ada perubahannya sudah datang, peraturannya belum ada perubahannya sudah datang. Inilah perubahan-perubahan yang harus kita sadari bersama agar kita tidak ditinggal oleh zaman,” tegasnya.

Terkait koperasi, ia mengaku sangat senang sekali bahwa perkembangan koperasi sudah ada peningkatan yang cukup baik. Kontribusi koperasi terhadap PDB ini 4,48 dari sebelumnya 3,99. Ada peningkatan yang cukup baik, tetapi belum melompat, belum meloncat. Terlebih, sudah ada koperasi di Indonesia yang sudah masuk bursa saham, yakni Kospin Jasa. (Heros/TPP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here