Goenawan Mohamad Seorang Sastrawan Peroleh Anugerah Sastera Mastera 2018

0
238
kemlu.go.id
BANDAR SERI BEGAWAN, Presidentpost.id – Goenawan Mohamad menjadi salah satu sasterawan yang mendapat Anugerah Sastera Mastera 2018 pada 14 September 2018 malam di Bandar Seri Begawan, Brunei Darussalam. Penghargaan tersebut diberikan oleh Sultan Hassanal Bolkiah, yang diwakili oleh Menteri Kebudayaan, Pemuda dan Olah Raga Brunei Darussalam kepada Kepala Pusat Pengembangan Bahasa dan Pembinaan Sastra, Dr. Hurip Danu Ismadi, pasca Sidang ke-24 Majelis Sastra Asia Tenggara (Mastera), mewakili Goenawan Mohamad yang berhalangan hadir karena sedang merilis novel terbarunya di Jakarta.
Dalam sambutannya yang dibacakan oleh Dr. Hurip, Goenawan menyampaikan rasa terima kasih atas Anugerah Sastera yang menegaskan pertalian semangat kreatif antar bangsa-bangsa di kawasan. Goenawan selanjutnya berharap semangat kreatif itu dapat saling bersambut dan bergema di kawasan. Sebab, dengan semangat kreatif, sejarah umat manusia dapat diselamatkan.
Penerima penghargaan tersebut dipilih oleh panelis Brunei Darussalam, Malaysia, Indonesia dan Thailand berdasarkan usulan dari masing-masing negara anggota. Selain Goenawan Mohamad, Sultan Brunei juga memberikan Anugerah Sastera Mastera kepada Abdul Aziz bin Juned dari Brunei, Ahmad Khamal bin Abdullah dari Malaysia dan Isa Kamari dari Singapura.
Sebagai penerima penghargaan, sastrawan ternama Indonesia tersebut berhak atas hadiah sebesar BND 10.000 (setara 107 juta rupiah), penerbitan karya sastra ke dalam bahasa asing di negara anggota Mastera serta sertifikat penghargaan yang akan diserahkan oleh Kementerian Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Brunei.
Turut hadir dalam malam penganugerahan, Duta Besar RI untuk Brunei Darussalam, Dr. Sujatmiko, MA. “Saya tentunya ikut bangga atas penghargaan ini yang merupakan bentuk pengakuan komunitas sastra bukan hanya di Indonesia, tetapi juga di kawasan Asia Tenggara, atas peran besar sastrawan kita, Goenawan Mohamad.” ucap Dubes Sujatmiko.
Anugerah Sastera Mastera adalah penghargaan yang diberikan oleh Majelis Sastra Asia Tenggara yang beranggotakan Brunei Darussalam, Malaysia, Indonesia dan Thailand bagi tokoh yang dianggap memberikan sumbangan signifikan dalam perkembangan kesusastraan bahasa melayu/Indonesia di kawasan Asia Tenggara.
Penerima Anugerah dari Indonesia sebelumnya yaitu Ajib Rosidi (2013), Sutarji Calzoum Bachri (2006), Prof. Dr. Budi Darma (2011) dan Prof. Dr. Sapardi Djoko Damono (2014).(KEMLU/TPP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here