Kemenperin Target Kontribusi Industri Kreatif Capai Rp 1.000 Triliun

0
114
industri.bisnis

JAKARTA, presidentpost.id – Kementerian Perindustrian bertekad untuk terus menumbuhkan sektor industri kreatif di dalam negeri karena mampu memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian nasional. Sejalan upaya tersebut, juga dilakukan peningkatan daya saingnya agar semakin kompetitif di kancah domestik hingga global, bahkan siap memasuki era ekonomi digital.

“Ke depannya, dengan bergulir revolusi industri 4.0, sektor-sektor ekonomi  kreatif   berpeluang besar menjadi andalan bagi pertumbuhan ekonomi kita. Apalagi, potensi kita didukung dengan sumber daya manusia yang kreatif dan beragamnya kearifan budaya lokal,” kata Direktur Jenderal Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kemenperin Gati Wibawaningsih di Jakarta pada Sabtu (29/9).

Adapun saat ini terdapat 16 subsektor yang tergolong kelompok industri kreatif, yakni kriya,kuliner,fesyen,aplikasi dan pengembangan permainan, musik, arsitektur, desain produk, desain komunikasi visual, serta desain interior. Selanjutnya, penerbitan, periklanan, fotografi, seni pertunjukan, seni rupa, televisi dan radio, serta film, animasi dan video.

Industri kreatif di Indonesia mencatatkan kontribusi yang terus meningkat terhadap produk domestik bruto (PDB) dalam tiga tahun terakhir. Pada tahun 2015, sektor ini menyumbang sebesar Rp852 triliun,sedangkanpada 2016 mencapai Rp92triliun,dan bertambah menjadiRp990 triliun di 2017. Tahun 2018 diproyeksitembus hingga Rp1.000 triliun.

Tercatat ada tiga subsektor yang memberikan sumbangsih besar terhadap ekonomi kreatif, yakni industri kuliner sebesar 41,69 persen, disusul industri fesyen sebesar 18,15 persen, dan industri kriya sebesar 15,70persen. Sedangkan, subsektor lainnya, seperti industri animasi saat ini cukup potensial berkembang dengan pertumbuhan di atas 6 persen.

Dalam upaya pengembangan industri kreatif nasional, Kemenperin juga memiliki tugas untuk fokus membina subsektor kriya, fesyen, film, animasi dan video, serta aplikasi dan pengembangan permainan. “Guna mendukung kelompok sektor tersebut, kami telah mendirikan Bali Creative Industry Center (BCIC) sejak2015. Tujuannya sebagai pusat pengembangan dan inovasi, serta peningkatan daya saing,” tutur Gati. (Heros/TPP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here