Nanfang Media Group Luncurkan “Guangdong di Mata Media Asia Tenggara”

0
120
thenanfang.com

ZHUHAI, Presidentpost.id – Dari 19 hingga 21 September, Nanfang Media Group menghadiri ajang 21st Century Maritime Silk Road China (Guangdong) International Communication Forum di Zhuhai. Selama forum tersebut, media lokal dan asing berkesempatan untuk bertemu para akademisi dan wirausahawan yang terkemuka di dunia, mendapat wawasan tentang Belt and Road Initiative (BRI) serta posisi Guangdong dalam proyek tersebut.

Salah satu peserta dari media asing adalah Ong Wei Woon, jurnalis Lianhe Zaobao, Singapura. “Ketika saya bertukar rincian kontak dengan salah satu staf Pelabuhan Zhuhai, saya memindai dan menambahkan akun WeChat miliknya. Saat itulah, saya menyadari bahwa soft marketing seperti ini akan menjadi cara yang efektif bagi perusahaan asal Guangdong untuk mendunia, karena dekat dengan kehidupan masyarakat,” kata Ong.

Jean-Pierre Raffarin, mantan Perdana Menteri Prancis, menyebut berbagai negara telah bergabung dalam diskusi ini. “Saat ini, Perancis memiliki beberapa proyek, dan beberapa di antaranya digarap bersama Guangdong, di bidang-bidang seperti tenaga nuklir dan manufaktur mobil,” kata dia.

Forum ini juga mengangkat berbagai isu terhangat di Guangdong, seperti  pengembangan Guangdong-Hong Kong-Macao Greater Bay Area, teknologi canggih dan merek “Buatan Guangdong” (“Made in Guangdong“).

Huang Jingyi, jurnalis Straits Times, mengatakan, salah satu titik fokus liputannya adalah “bagaimana Greater Bay Area memainkan peran dalam Belt and Road Initiative dan bagaimana berbagai proyek ini dapat berkontribusi bagi perekonomian negara-negara yang berpartisipasi di dalamnya”.

Sebagai titik awal untuk Jalur Sutera Maritim (komponen penting BRI), jumlah proyek bersama (joint projects) Guangdong dengan negara-negara Belt and Road Initiative memang meningkat.

Menurut sebuah laporan yang dirilis di forum itu, volume impor dan ekspor Guangdong dengan negara-negara BRI mencapai 1.503,69 miliar RMB pada 2017, naik 14,9 persen secara tahunan (year on year). Perdagangan Guangdong dengan ASEAN, Uni Eropa dan pasar negara berkembang tumbuh pesat. ASEAN misalnya, menjadi pasar impor terbesar dan pasar ekspor keempat terbesar Guangdong pada 2017.

Lee Huay Leng, Head, Chinese Media Group, Singapore Press Holdings, mengatakan bahwa merek asal Guangdong seperti WeChat, Canton Fair dan Sun Yat-sen University akrab bagi orang-orang di Singapura. Tetapi mereka juga menghadapi berbagai tantangan, dan perlu mendapatkan lebih banyak pengetahuan tentang pasar lokal serta menggunakan strategi yang disesuaikan dengan kebutuhan daerah tersebut.(PRN/TPP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here