Diaspora Dimanfaatkan untuk Genjot Ekspor RI ke Brunei

0
150
kemlu.go.id

BANDAR SERI BEGAWAN, Presidentpost.id – “Syarat pengusaha sukses itu hanya tiga, keyakinan, tekad tempur dan kerja keras” tekan motivator wirausaha, Gothang Wiyadi, di depan sekitar 150 warga Indonesia yang mengikuti Lokakarya Kewirausahaan di Bandar Seri Begawan pada 30 September 2018. Wiyadi juga mendorong para peserta untuk jeli melihat peluang bisnis dan mengunci risiko usaha.

Kegiatan yang diadakan oleh KBRI Bandar Seri Begawan tersebut bertujuan untuk menumbuhkan semangat usaha para warga Indonesia, termasuk Pekerja Migran Indonesia (PMI) baik di Brunei maupun saat kembali di Indonesia.

“Kita juga bisa merintis usaha dari Brunei, tidak perlu menunggu kembali ke Indonesia. Terlebih lagi, izin pendirian perusahaan di Brunei lebih mudah daripada di Indonesia“ ucap Ahmad Khoirun, pengusaha Indonesia di bidang konsultan pendirian usaha dan konstruksi.

Acara yang sama juga dilakukan di hotel Rizqun, Bandar Seri Begawan, pada 1 Oktober 2018. Hadir sekitar 60 pengusaha Indonesia dan Brunei dalam acara temu bisnis tersebut. Duta Besar RI untuk Brunei Darussalam, Dr. Sujatmiko, MA, dalam pidato sambutannya menekankan bahwa Indonesia membuka kesempatan kepada Brunei untuk berinvestasi dalam bidang apapun. Letak geografis antara Indonesia dan Brunei yang berdekatan menjadikan keduanya seperti dua saudara yang saling membantu. Kedekatan geografis ini mestinya harus berdampak pada banyaknya produk Indonesia di pasar Brunei.

“Saya berharap agar pengusaha Indonesia yang sukses di Brunei dapat membantu menggerakkan ekonomi dalam negeri. Sementara pengusaha Brunei dapat mengembangkan usaha di Indonesia dan membawa kembali keuntungannya ke Brunei”, pesan Dubes Sujatmiko.

Sujatmiko meminta agar pengusaha Indonesia yang bergerak di bidang properti, kuliner, pertanian, peternakan, perdagangan, dll dapat lebih mengutamakan penggunaan produk Indonesia. Dengan cara inilah maka pengusaha Indonesia di Brunei Bersama mitra kerjanya warga Brunei dapat membantu perekonomian Indonesia dan Brunei sendiri.

Dubes RI juga menyatakan bangga bahwa sekitar separuh dari jumlah WNI yang berada di Brunei, sekitar 83.000 orang, adalah pekerja professional. Selain banyak mereka yang berwirausaha, juga banyak yang bekerja di sektor formal seperti tenaga dosen, guru, perminyakan, perhotelan, wedding organizer, kecantikan, dan lain-lain.

Hal – hal yang dapat dipelajari dari lokakarya tersebut adalah bagaimana cara menumbuhkan dan mengembangkan usaha baru, membangun jejaring relasi di Indonesia dan Brunei, serta mempertahankan usaha yang telah dibangun. Lokakarya juga menjadi kesempatan berbagi pengalaman pengusaha Indonesia dan Brunei yang telah sukses mendirikan perusahaan di Brunei​.(KEMLU/TPP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here