Lima Lembaga Pemerintahan dan Sosial Masyarakat Tanda Tangani Nota Kesepahaman HAM

0
117
(Ki-Ka) Kepala Staf Kepresidenan RI Jendral Purnawirawan Moeldoko, Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Bupati Wonosobo Eko Purnomo, dan Direktur Eksekutif International NGO Forum for Indonesia Development (INFID) Sugeng Bahagijo.

JAKARTA, presidentpost.id – Pemerintah pusat yang diwakili oleh Staf Kepresidenan, Pemerintah Daerah melalui Gubernur Jawa Tengah dan Bupati Wonosobo, serta perwakilan organisasi kemasyarakatan, bersama-sama melakukan penandatangan nota kesepahaman terkait Hak Asasi Manusia (HAM), di tanah air. Kegiatan dalam mensosialisasikan nilai-nilai HAM, ke lima lembaga tersebut sepakat dengan meramunya dalam sebuah Festival HAM, yang diinisiasi oleh Komnas HAM RI.

Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik, mengatakan festival HAM diinisiasi agar HAM menjadi bagian yang akrab di masyarakat tanah air. Nilai-nilai HAM, mekanisme dan standartnya menjadi sesuatu yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Wonosobo, dipilih karena kota tersebut telah berprestasi dan di kenal dunia, khususnya dalam penerapan HAM.

“Indonesia menjadi champion, walaupun ada masalah yang terjadi di negara ini. Semua negara ada masalah, tetapi Indonesia memiliki mekanisme dalam penyelesaian masalah khususnya HAM. Pihak Indonesia punya banyak masalah tetapi kita hadapi secara optimis,” terangnya dalam sambutannya di hadapan awak media di Kantor Komnas HAM, Jakarta (3/10).

Dia, menambahkan Kabupaten Wonosobo dipilih karena memiliki peraturan daerah yang secara khusus mengatur tentang HAM sehingga dijuluki sebagai kabupaten ramah HAM.

“Penyelenggaraan ini bertujuan untuk menunjukkan komitmen Indonesia kepada dunia tentang toleransi, kerukunan umat beragama, perlindungan terhadap perempuan, perlindungan terhadap penyandang disabilitas, serta pemenuhan dan perlindungan HAM secara umum,” ujarnya.

Sementara itu Kepala Staf Kepresidenan RI Jendral Purnawirawan Moeldoko, menerangkan kegiatan ini akan menjadi role model bagi daerah lain bahkan akan memberikan inspirasi ke negara luar bahwa, Indonesia sangat maju dalam upaya penghormatan terhadap HAM.

“Ini sebuah komitmen pemerintah pusat dan daerah untuk ikut berkolaborasi dalam upaya menegakkan HAM di seluruh wilayah, bukan hanya di Wonosobo atau Jawa Tengah, ” imbuhnya.

Diakhir sambutannya festival HAM bisa melibatkan anak-anak baik dari sekolah, TNI, sehingga bisa menjadi tempat percontohan, bagaimana HAM dijalankan di lapangan, semua menikmati dan menjalankan sebaik-baiknya.

“Atas nama pemerintah saya akan menandatangani nota kesepahaman ini secara sungguh-sungguh,” tegasnya.

Menyambut, ujaran Staf Kepresidenan, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, menyambut baik ide Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko untuk mengajak anak-anak dan pelajar di Festival HAM ini. Sebab, sejatinya anak-anak dan pelajar adalah investasi yang paling bagus untuk masa depan bangsa.

“Nilai-nilai tentang budi pekerti, kepantasan ini harus sejak dini ditanamkan. Ini agar mereka kelak selalu ingat bahwa ada kepantasan-kepantasan yang harus selalu dijaga dalam hubungannya bermasyarakat.” tandasnya.

Sementara itu Bupati Wonosobo, Eko Purnomo, mengatakan kesiapan pemerintah Wonosobo, dengan kegiatan ini telah melakukan antisipasi semaksimal mungkin. Secara internal, sejak awal dari sisi kepanitiaan, komunikasi, semuanya secara internal dilakukan.

“Kami sudah memiliki Perda no 5 Tahun 2016. Doa kita satu, karena diselenggarakan di Bulan November, di mana Wonosobo merupakan kota hujan, semoga tidak mengganggu jalannya acara ini,” harapnya.

Festival HAM ke-5 Tahun 2018 yang akan digelar di Kabupaten Wonosobo, mengangkat tema ‘Merawat Keragaman, Memupuk Solidaritas Menuju Indonesia yang Inklusif dan Berkeadilan’, yang rencananya akan digelar pada 13-15 November mendatang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here