Mahasiswa President University Menimba Ilmu Dari Sang Motivator Segala Jaman

0
184
150 lebih mahasiswa President University, begitu hikmat mendengarkan penjelasan demi penjelasan yang disampaikan oleh Chairman Jababeka Group, di The President Lounge, Menara Batavia, Jakarta.

JAKARTA, presidentpost.id – Kompetensi merupakan suatu hal yang kadang disepelekan anak muda yang sedang menjalani pendidikan, baik di kampus maupun di sekolah. Dibalik kebutuhan belajar mengajar dalam jenjang pendidikan, ternyata kompetensi menjadi satu nilai plus, jika telah menapaki dunia kerja atau professional. Hal inilah yang dibuka oleh seorang entrepreneur segala jaman, yang telah menjadi pengusaha multi nasional.

S.D Darmono, sang motivator mengungkapkan bagaimana kerasnya perjalanan hidup yang dilaluinya telah menghantarnya menjadi seseorang yang sukses. Confidence (kepercayaan diri) yang diraihnya, karena kerasnya kehidupan yang harus dijalaninya.

“Kiriman uang dari orang tua saya kala itu, jika dipenuhi secara kebutuhan tidak cukup. Semuanya hanya pas untuk biaya pendidikan. Sedangkan saya membutuhkan biaya tambahan untuk kegiatan pribadi atau hobi saya. Akhirnya saya minta dikirimkan barang dagangan yang akhirnya saya tawarkan untuk dititipkan di toko-toko yang ada di pasar. Akhirnya, ini yang menambah kepercayaan diri saya dalam merubah keadaan saya,” ujar sang motivator dihadapan 150 lebih mahasiswa President University (PU), Rabu (3/9)

Pria yang sangat mendalami pengetahuan sejarah nasional ini, mengungkapkan bagaimana sejarah dan poltik tidak dapat dipisahkan dari kehidupan seorang entrepreneur. Kayanya sejarah Indonesia, dengan berbagai kejadian baik dari sisi positif maupun negatif, menghantarkan bangsa Indonesia menjadi bangsa yang lebih dewasa, yang melahirkan banyak entrepreneur.

“Kalau mau jadi entrepreneur, pelajarilah sejarah dan poltik,” ujarnya.

S.D Darmono, mengatakan dalam era demokrasi saat ini timbul pemerataan yang sangat cepat. Dalam tempo sekitar 20 tahun sejak 2008 Indonesia memasuki masa reformasi, Indonesia mengalami pertumbuhan yang luar biasa dalam pemerataan. Di tahun 2014 Indonesia masuk dalam kategori Negara G21, dari Negara bangkrut, di mana itu dilihat dari sisi Gross Domestic Product (GDP), bukan dari income rata-rata per kapita. Indonesia masuk dalam posisi Negara ke 16.

“Saat ini bagaimana pertumbuhan ekonomi yang mencapai 5,4 persen menuju 9 hingga 10 persen agar bisa bersaing dikancah dunia. Tugas anda ini yang menumbuhkan agar mencapai 9 hingga 10 persen. Ini kesempatan untuk menjadi entrepreneur sekarang ini buat generasi muda dengan teknologi digital,” tegas pria yang pernah tinggal dalam rumah ukuran 2×4 meter, kepada para mahasiswa.

Pria yang kini telah memiliki perusahaan di bawah Jababeka Grup ini, mengatakan dirinya telah membuat janji kepada sahabatnya saat dirinya mengenyam pendidikan di bangku perkuliahan. Bagaimana dia bersama sahabatnya untuk bersepakat mengingatkan, jika sudah merasa nyaman bekerja pada satu perusahaan, usaha lebih nyaman dari pada bekerja pada satu perusahaan.

“Saat kuliah saya pernah membuat janji kepada teman di perkuliahan. Saya berpikir untuk besar nanti harus masuk di perusahaan. Saya minta diingatkan oleh teman, jika saya sudah keenakkan kerja di perusahaan besar, tolong ingatkan saya bahwa lebih enak kerja sebagai seorang pengusaha. Kawan saya ini mengambil jalur bekerja sebentar lalu mulai usaha batik, berbeda dengan saya. Saya kerja selama 11 tahun baru mulai usaha. Di perusahaan saya belajar macam-macam, dari mulai marketing, general management, Financing hingga mengelola perusahaan besar, sehingga 11 tahun di perusahaan besar tersebut membuat confidence (keberanian) saya lebih tinggi,” ungkapnya.

Setyono Djuandi Darmono dikenal dengan S.D. Darmono merupakan seorang pengusaha sekaligus Chairman Jababeka Group. Ia juga dikenal sebagai pejuang kebudayaan Indonesia. Pada 1989 ia mulai membangun Jababeka sebagai kawasan industri terbesar di Asia Tenggara. Bersamaan dengan itu, ia memimpin program-program wisata dan pelestarian, termasuk situs Warisan Dunia UNESCO yaitu Candi Borobudur, Candi Prambanan dan Istana Ratu Boko, serta revitalisasi Kota Tua Jakarta. Namanya dikenal baik di kalangan masyarakat luas maupun pejabat sebagai pengusaha yang multitalenta dan merupakan aset nasional. (TPP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here