Pemkab Purbalingga Bentuk Tim Percepatan Pengembangan Destinasi Wisata

0
44
foto: jatengprov.go.id

PURBALINGGA, presidentpost.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purbalingga membentuk Tim Percepatan Pengembangan Destinasi Pariwisata. Tim ini untuk menggejot pertumbuhan sektor pariwisata yang semakin menjanjikan. Selain itu juga untuk mensikapi semakin mudahnya aksesabilitas menuju Purbalingga dengan akan dibukanya bandara jenderal Besar Soedirman.

Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekda Purbalingga Drs Widiyono, M.Si mengatakan, pembentukan tim ini atas dorongan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang telah membentuk tim serupa di tingkat provinsi. “Kabupaten Purbalingga juga menindaklanjuti dengan pembentukan tim karena destinasi pariwisata Purbalingga  masuk dalam wilayah target percepatan pengembangan destinasi wisata di Jateng.” Kata Widiyono saat memimpin rapat pembentukan tim di ruang kerjanya, Kamis (4/10) sore.

Dikatakan Widiyono, ruang lingkup percepatan pengembangan pariwisata ini meliputi peningkatan kualitas daya tarik wisata (DTW), peningkatan aksesabilitas menuju DTW, peningkatan sarana prasarana serta fasilitas umum di sekitar DTW, pemberdayaan masyarakat bidang kepariwisataan, pengembangan sektor ekonomi kreatif yang mendukung pariwisata dan pengembangan investasi di bidang pariwisata.

“Tim yang akan dibentuk meliputi lintas OPD (Organisasi Perangkat Daerah) mulai dari Dinas Pemuda Olah Raga dan Pariwisata (Dinporapar), Dinas Pertanian, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Dinas Koperasi dan UKM, Dinas Perdagangan dan Perindustrian, Dinas pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan,  Bagian Perekonomian Setda dan manajemen PD Owabong,” kata Widiyono.

Dalam kesempatan yang sama, kepala Bidang Pariwisata pada Dinporapar Purbalingga Ir Prayitno, M.Si mengungkapkan, dalam dokumen Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Jateng Tahun 2012 – 2027 yang tertuang dalam Perda Prov Jateng nomor 10 tahun 2012, wilayah Purbalingga masuk dalam KPPP (Kawasan Pengembangan Pariwisata Provinsi) Purbalingga dan sekitarnya.  Dokumen ini juga sejalan dengan Perda Purbalingga nomor 11 Tahun 2015 tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kabupaten Purbalingga tahun 2015 – 2025.

“Dalam rencana tersebut, pengembangan yang dilakukan meliputi pengembangan destinasi pariwisata, pemasaran pariwisata, industri pariwisata dan kelembagaan pariwisata. Keempat komponen inilah yang nantinya akan digarap oleh Tim Percepatan Pengembangan destinasi wisata,” kata Prayitno.

Dikatakan Prayitno, Purbalingga harus cepat mengambil langkah-langkah untuk menyikapi peluang akan dibangunanya bandara Soedirman dan dioperasikannya jalur tol Trans Jawa yang exit tol di Pemalang. “Akses menuju Purbalingga akan semakin terbuka lebar, dan peluang pengembangan sektor pariwisata yang akan memberikan multiplier effect terhadap sektor lain. Sektor pariwisata ini menjadi daya ungkit sektor lainnya,” kata Prayitno.

Prayitno menambahkan, pengembangan destinasi pariwisata ini meliputi aksesabilitas, amenity, atraksi, dan akomodasi. Aksesibilitas menyangkut sarana dan infrastruktur untuk menuju lokasi destinasi, kemudian amenity menyangkut segala fasilitas pendukung yang bisa memenuhi kebutuhan dan keinginan wisatawan selama berada di destinasi. Atraksi terkait dengan apa yang bisa dilihat dan dilakukan oleh wisatawan di destinasi tersebut, sedang akomodasi menyangkut keperluan penginapan bagi wisatawan yang melakukan perjalanan di lokasi destinasi.

“Disisi lain juga dibutuhkan ancilliary yang berkaitan dengan ketersediaan sebuah organisasi atau orang-orang yang mengurus destinasi tersebut.  Ini menjadi penting karena walaupun destinasi sudah mempunyai atraksi, aksesibilitas, amenitas dan akomodasi yang baik, tapi jika tidak ada yang mengatur dan mengurus maka ke depannya pasti akan terbengkelai,” tambahnya. (JATENGPROV/TPP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here