Setiap Instansi di Pemkab Purbalingga Harus Miliki Inovasi

0
117
foto: jatengprov.go.id

PURBALINGGA, presidentpost.id – Setiap instansi di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purbalingga, baik Organisasi Perangkat Daerah (OPD) termasuk pelaksana teknis seperti sekolah-sekolah harus menelorkan minimal 1 inovasi guna meningkatkan kapasitas pemerintah daerah. Hal itu disampaikan oleh Plt Bupati Purbalingga melalui Asistem Administrasi Umum Sekda, Tri Gunawan Setyadi SH MH dalam acara Laboratorium Inovasi Administrasi Negara (Inagara) di Ruang Rapat Ardilawet Setda, Kamis (4/10).

“Wajib hukumnya setiap instansi minimal menelorkan 1 inovasi. Sebab kegiatan ini merupakan implementasi dari Pasal 386 Undang-undang No 23 tahun 2014,” kata Tri Gunawan dalam acara yang dihadiri oleh 62 orang perwakilan dari guru dan kepala 30 SMPN dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Purbalingga ini.

Lebih rinci ia menjelaskan dalam merumuskan kebijakan inovasi ini mengacu beberapa prinsip. Diantaranya peningkatan efisiensi, perbaikan efektivitas, perbaikan kualitas pelayanan, tidak ada konflik kepentingan, berorientasi kepada kepentingan umum, dilakukan secara terbuka, memenuhi nilai-nilai kepatutan, serta dapat dipertanggungjawabkan hasilnya tidak untuk kepentingan diri sendiri.

Saat ini Purbalingga sudah memiliki 167 inovasi yang digagas oleh masing-masing OPD. Sedangkan tahun lalu Purbalingga juga meraih Inagara Award, juga meraih TOP 99 Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (SiNovik) dengan konsep “Matahari untuk Kaum Papa di Purbalingga” yang mengangkat salah satu terobosan inovasi pelayanan publik di SMK Negeri 3 Purbalingga.

“Silahkan nanti membuat inovasi, judul terserah yang penting maknanya luar biasa. Tidak hanya inovasi dari lembaga (sekolah), inovasi bisa dari gurunya atau siswanya. Misalnya kaitannya dengan metode pembelajaran yang mudah dipahami, bagaimana siswa mudah belajar bahasa inggris dan sebagainya,”ungkapnya.

Tidak menutup kemungkinan pada penerapan inovasi nantinya akan muncul kendala kendala. Oleh karenannya ia berpesan agar tidak langsung menghentikan inovasi tersebut, melainkan harus bekerjasama dalam melangkah dan mencari solusi.

Kepala Bagian Organisasi dan Tata Laksana (Ortala) Sekretariat Daerah (Setda) Purbalingga, Drs Bambang Widjonarko MSi menyampaikan acara Laboratorium Inagara ini para peserta akan melewati beberapa tahapan untuk menelorkan inovasi di masing-masing instansinya. Yakni Tahap I (drum up), Tahap II (diagnose), Tahap III (design), Tahap IV (deliver) dan Tahap V (display).

“Kegiatan ini akan berlangsung 2 hari. Tahun ini hanya untuk Tahap I sampai III, untuk tahap IV dan V direncanakan akan dilaksanakan tahun 2019 mendatang. Pada tahap I sampai III ini diharapkan sudah ada output ide inovasi,” katanya.

Pada pelaksanaanya, proses Laboratorium Inagara ini dibimbing oleh narasumber dari Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI, yakni Dra Isti Heriani MBA yang juga Kabag Administrasi Pusat Inovasi Tata Pemerintahan, Suripto SSos MAB dan Muhammad Asphian Arwin SH MH. Pada sambutan pembukaanya, Heriani menyampaikan apresiasinya kepada Pemkab Purbalingga yang mendorong inovasi secara berkesinambungan.

“Bagi daerah yang tidak berinovasi nanti akan ketinggalan zaman. Menurut Pak Presiden, inovasi merupakan keharusan, dan di LAN program untuk mendorong inovasi sudah menjadi level prioritas nasional,” ungkapnya. (JATENGPROV/TPP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here