Unkhair Bersama PEMDA dan Pelaku Industri Kembangkan Klaster Inovasi Produk Unggulan Daerah Pala

0
21
unkhair.ac.id

KARAWANG, presidentpost.id – Bertempat di ruang rapat Rektorat Universitas Khairun Direktorat Jederal Penguatan Inovasi Kemenristek Dikti melaksanakan kegiatan pendampingan dan koordinasi pelaksanaan program Klaster Inovasi Provinsi Maluku Utara (Rabu,3 Oktober 2018). Pertemuan ini membicarakan tentang pengembangan klaster inovasi produk unggulan daerah penghasil Pala. Hadir dalam kesempatan ini Rektor Universitas Khairun Prof.Dr. Husen Alting,SH.MH., Tim Teknis Kemenristek Dikti Direktorat Jederal Penguatan Inovasi Pak. Bahran Andang beserta Ibu Sania Diaurrahmi BS dan Amos Lempa Pasorong, Sekertaris Kota Ternate, Dr.M Taufik Soleman, Kepala Balitbangda Provinsi Malut, Bpk. Mulyadi Wowor, dari BPTP Dr.Muh. Assagaf, Kadis Pertanian Kota Ternate Arif Gani, Ketua Dewan Rempah Gajali Wesplat, Koordinator dan Tim Peneliti Unkhair Nurhasanah Yusuf,S.Si.M.Si dan Indah Rodianawati,Sp.M.Si, Tim Peneliti Balitbangda Provinsi Maluku Utara Ibu Dessi Argianti dan Ibu Marliani, Balitbangda Kota Ternate, Para Pelaku Industri Rumahan, dan Para Pelaku UKM Se Kota Ternate

Koordinator Tim Peneliti Universitas Khairun Nurhasanah Yusuf, S.Si.M.Si dalam kesempatan itu mengatakan kegiatan Monev dari Kemenristek Dikti biasanya dilakukan di Universitas yang melakukan kegiatan penelitian, bagaimana Universitas Khairun dapat membangun jejaring dengan pihak Pemerintah Daerah dan lembaga penelitian lainnya non pemerintah, Universitas Khairun sebagai pemberi ide dan juga melakukan riset atau penelitian yang berkaitan dengan produk unggulan daerah, pendampingan dilakukan oleh tim peneliti sampai menghasilkan suatu produk yang akan digunakan oleh masyarakat, lanjut Nurhasanah biasanya pihak pemonev akan melihat sejauh mana keberhasilan dari hasil penelitian ini yang dapat dirasakan oleh masyarakat.

Tim Teknis Kemenristek Dikti Direktorat Jederal Penguatan Inovasi Bahran Andang mengatakan latar belakang dari kegiatan ini yaitu pembangunan ekonomi daerah, melakukan percepatan pembangunan ekonomi daerah melalui pengembangan ekonomi daerah berdasarkan potensi  komoditas unggulan menjadi basis pengembangan produk unggulan daerah, komponen utama dalam inovasi ini adalah aktor inovasi yang terdiri dari Perguruan Tinggi, Pemerintah Daerah, Pelaku Usaha dan Komunitas.

Dr. M Taufik Soleman Sekertaris Kota Ternate mengatakan untuk mendukung inovasi guna pengembangan produk daerah pemerintah kota sedang menyiapkan anggaran 2019 termasuk mendukung para UKM dan IKM dalam melakukan aktifitas baik pengembangan industri maupun usaha masyarakat dalam memperkuat basik ekonomi masyarakat. Sekertaris Kota Ternate yang juga sekaligus ketua forum pala Maluku Utara terus melakukan pendampingan terhadap petani Pala dalam rangka mendukung Industri Kecil Menegah (IKM) dengan fokus terus untuk pengembangan hasil Pala di Maluku Utara.

Ketua Dewan Rempah Maluku Utara Gajali Wesplat banyak membicarakan pengembangan Pala, bagaimana kaloborasi antara pemerintah dengan para petani, beliau meminta penguatan penguatan kelembagaan petani, kondisi nilai jual yang diterima oleh para petani terlalu kecil, jadi hasil berapa saja petani akan menjual hasil taninya, dengan tampa melihat mutu hasil taninya, ini yang membuat nilainya semakin berkurang, selama ini cara panen oleh para petani kita masih menggunakan cara sederhana untuk itu ketua Dewan Rempah Maluku Utara berharap ada sentuhan inovasi dari pihak Universitas agar produksi para petani nantinya akan lebih baik.

Kadis Pertanian Kota Ternate Arif Gani mengatakan untuk pengembangan buah Pala ini kami dari dinas Pertanian Kota Ternate sementara melakukan survei lahan dan penyediaan bibit pala unggulan untuk ketersediaan bahan baku pala, pelatihan untuk para industri kecil untuk mengelolah hasil pala terus kami lakukan untuk mendorong hasil produksi dengan kualitas bagus.

Dari Rumah Oleh Oleh Maluku Utara berharap adanya sentuhan teknologi untuk pengembangan buah pala dan lainnya, minat para wisatwan baik lokal maupun internasional sangat tinggi, namun produk yang dihasilkan sangat sedikit, kami minta adanya standar kualitas hasil produksi harus ditingkatkan agar semua produk ini memeliki lebel yang terdaftar sehingga dapat dinikmati oleh semua orang

Rektor Universitas Khairun berharap pertemuan ini dapat bermanfaat oleh para petani pala juga pelaku usaha dan para pelaku industri serta dirasakan langsung oleh masyarakat Maluku Utara, perlu adanya standarisasi dan lebel yang bersertifikat untuk semua produk hasil olahan dari para pelaku industri, terima kasih atas diskusi yang telah dicapai pada hari ini dengan harapan semoga proposal yang diajukan oleh para peneliti dapat disetujui pihak kementerian. (UNKHAIR/TPP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here