Rombongan Siswa Sekolah Indonesia Jeddah Diterima KRI Usman Harun

0
486
kemlu.go.id

JEDDAH, Presidentpost.id – Sebelum melanjutkan pelayaran ke Indonesia, Kapal Republik Indonesia (KRI) Usman Harun-359 menerima rombongan siswa Sekolah Indonesia Jeddah (SIJ) Senin, 8 Oktober 2018.

Rombongan sebanyak 50 siswa dari SIJ dari jenjang SD hingga SMA  mendapat kesempatan untuk melihat langsung (ship tour) alat utama sistem pertahanan (alutsista) dan fasilitas yang dimiliki kapal perang buatan Inggris tersebut.

Saat melakukan  ship tour, rombongan di bagi menjadi dua  kelompok. Masing-masing dipandu oleh  Letda Laut (p) Veryan Hilman dan Letda laut (P) Andaru Dhimas.

Turut hadir di KRI Usman Harun (USH) mendampingi rombongan siswa, Pelaksana Fungsi Pensosbud-1, Ahmad Syofian, mewakili Konsul Jenderal (Konjen) RI Jeddah. Selain itu, hadir pula dalam kesempatan tersebut Pelaksana Fungsi Pensosbud-2, Tubagus Muhammad Nafia, dan Pelaksana Fungsi Konsuler-5 merangkap Kepala Protokol KJRI Jeddah, Umar Badaryah, Kepala Sekolah Indonesia Jeddah, Sugiyono, berserta beberapa orang  guru.

Sebelum memandu rombongan meninjau fasilitas kapal dan sistem pertahanannya, Kolonel Alan Dahlan, Komandan KRI USH  menerangkan sekilas profil  Kapal Perang RI. Kapal ini bertipe fregat ringan atau Multi Role Light Frigate (MRLF).

Dijelaskan Alan, KRI Usman Harun dibuat di Inggris pada 2001. Sebenarnya, KRI USH merupakan pesanan dari negara Brunai Darussalam, tetapi kemudian dibatalkan.  Akhirnya, kapal tersebut dibeli oleh Pemerintah RI pada 2014.

KRI Usman Harun baru saja menyelesaikan tugasnya selama 1 tahun di Lebanon yang tergabung dalam Maritime Task Force (MTF) sebagai Pasukan penjaga perdamaian PBB khusus angkatan laut. Saat berangkat ke Lebanon untuk bertugas setahun silam. KRI USH juga singgah di Jeddah untuk pengisian bahan bakar (refueling) dan logistik.

Ship tour untuk pelajar sekolah, kata Kolonel Alan, bisa memberikan inspirasi, terutama  bagi mereka yang bercita-cita meniti karier di dunia militer dalam rangka mengabdi kepada negara, yakni dengan bergabung dengan Satuan Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Laut.

“Kalau bukan kita siapa lagi yang akan membangun negara kita. Negara kita bergantung pada generasi mudanya. Apabila generasi mudanya penuh dengan semangat, ulet, tekun, dan rajin belajarnya tentunya negara kita akan jauh lebih maju,” imbuhnya.

Dalam Tour, Letda Laut (p) Veryan Hilman dan Letda laut (P) Andaru Dhimas mengajak para siswa untuk berkeliling kapal dan menerangkan bagaimana kapal dapat difungsikan dan beroperasi setiap harinya, termasuk cara kerja dan fungsi dari alat-alat yang digunakan dalam kapal.

Dijelaskan oleh pemandu ship tour, mesin KRI USH berjumlah 4 buah, dengan  kecepatan maksimal kapal yaitu 30 Knot atau setara 60 Km/Jam di darat. Pelayaran perlu perencanaan matang dan keahlian, antara lain, memantau kondisi cuaca, mengatur kecepatan kapal sesuai waktu tempuh, efesiensi bahan bakar dan persedian makanan, dan langkah yang diambil bila terjadi kerusakan pada kapal untuk memperoleh bantuan.

Di akhir tur para siswa  diajak  menyanyikan “Tanah Airku Indonesia” diringi grup band ABK KRI USH, menikmati jajanan khas Nusantara dan berfoto bersama di geladak Kapal.(KEMLU/TPP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here