Gubernur Jateng: Pelibatan Masyarakat Dalam Kerangka Sport Tourism Terus Dikembangkan

0
131
foto: jatengprov.go.id

SEMARANG, presidentpost.id – Banyak atletnya meraih medali di Asian Games dan Asian Paragames, ternyata Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah punya jurus jitu dalam pengembangan olahraga. Karena selain atlet, masyarakat juga menjadi objek agar turut meraih keuntungan.

Gubernur Jawa Tengah H Ganjar Pranowo SH MIP menyampaikan, pelibatan masyarakat masuk dalam kerangka sport tourism yang terus dikembangkan. Sebab, terlalu sayang jika sektor olahraga tidak dipadu dengan sektor lain.

“Kita coba kawinkan. Ternyata bahwa orang olahraga tok itu eman-eman. Bisa ditambah dengan aktivitas yang lain yang bisa menumbuhkan banyak hal, ekonomi persaudaraan menciptakan kebahagiaan itu dengan tourism,” katanya dalam dialog interaktif, Mas Ganjar Menyapa dengan Tema Olahraga Menyatukan Bangsa di rumah dinas Puri Gedeh, Selasa (9/10).

Ganjar mengatakan Jawa Tengah memiliki banyak kalender event baik tingkat regional, nasional maupun internasional. Bulan depan misalnya, akan diselenggarakan Tour de Borobudur dan Borobudur Marathon.

“Borobudur Marathon itu rumah-rumah sekitar Borobudur full. Kan ekonomi tumbuh. Lalu kita arahkan mereka (atlet) jalan-jalan,” ungkap mantan anggota DPR RI ini.

Bahkan, imbuh gubernur, masyarakat juga diajak untuk turut lomba lari dalam Borobudur Marathon bersama dengan penyelenggara sebagai aksesoris event. Pelibatan masyarakat itulah yang merupakan poin penting agar olahraga menjadi perhatian semua pihak, selain juga tidak mengesampingkan peran swasta.

Tidak heran jika dalam Asian Games kemarin atlet Jateng berhasil meraih lima emas (panjat tebing, paralayang, bulu tangkis dan balap sepeda) enam perak dan 14 perunggu. Untuk Asian Paragames sementara atlet Jateng baru meraih satu medali perak, yakni oleh Hartanto Setiyo Budi.

“Swasta ini penting. Agar kita tidak terlalu berat dan tersedot ke sana. Sekaligus bisa rutin. Contoh, kalau bulutangkis ya identiknya dengan Djarum dan itu Jawa Tengah. Saya pengin perusahaan besar lain untuk bisa mendorong seperti itu,” beber gubernur.

Dalam hal ini, tuturnya, pemerintah tidak tinggal diam. Ganjar terus mengajak pemerintah kabupaten/ kota untuk mengembangkan dan mencari bibit atau talent scouting para calon atlet.

“Kita juga mendorong infrastrukturnya. Seperti, (Stadion) Jatidiri kita bangun, fasilitasi pertandingan. Politik anggaran kita tambah. Karena kita terbatas maka kita gandeng swasta,” ujar Ganjar.

Ditambahkan, saat ini Pemprov Jateng tengah menyiapkan sebuah grand design good sport government. Desain tersebut meliputi pembangunan sistem informasi olahraga dan tata kelola olahraga.

“Namanya sistem informasi olahraga. Jadi tata kelola olahraga yang baik. Duitnya jangan dikorup, bagaimana mengelola yang benar, bagaimana merencanakan anggaran sebuah cabor. Untuk atletnya, gizi, untuk pelatih, untuk peralatan dan seterusnya. Ini grand design-nya,” katanya.

Sementara itu, Ketua KONI Jateng Subroto mengatakan ilmu pertama dalam pembangunan olahraga adalah kehadiran pemimpin. Artinya memiliki pandangan bukan hanya pengembangan, namun scouting atau pencarian bakat.

“Tahun ini atlet kita yang ikut Asian Games dan Asian Paragames banyak sekali, untuk Paragames sekitar 75. Selain itu, atlet junior kita juga bertanding di kejurnas,” katanya.

Untuk scouting atlet agar mampu berlaga di kejuaraan nasional maupun internasional, akhir bulan ini di Jawa Tengah juga bakal terselenggara Pekan Olahraga Provinsi (Porprov).

“Yang kita miliki ini sekaligus menjadi event pada mereka, ini tempat kita untuk mencari para atlet sehingga mereka menjadi grand desain agenda besar. Kita harapkan ini sebagai kaderisasi. Lahir Aries Susanti yang lain,” tandasnya. (JATENGPROV/TPP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here