Kisah Zeno Jadi Sekjen Kominfo

0
167
kominfo.go.id

JAKARTA, Presidentpost.id – Namanya Zenoobia Andriaani Nahu, sepanjang hari Jumat (12/10) ia berkantor di Jalan Medan Merdeka Barat 9 Jakarta Pusat. Lantai 7 Gedung Utama tepatnya, menjadi Sekretaris Jenderal Kementerian Komunikasi dan Informatika (kominfo)

Zeno, pelajar SMAK Baleriwu Nagekeo Flores NTT. Sebagai Sekjen Kemkominfo , pagi itu, ia memulai dengan kegiatan mengirim email kepada Duta Besar negara sahabat. Email berisi ucapan terima kasih dari Sekjen Kementerian Kominfo karena semua duta besar telah menghadiri Jakarta Reception.

Acara yang digelar Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk menggalang dukungan pemilihan kembali Indonesia sebagai Anggota Council International Telecommunication Union.

Tak lama kemudian, Zeno merancang sejumlah soal mengenai Digital Leadership. Soal yang akan dijadikan materi ujian Diklat PIM 1 di LAN.

Menjelang siang, Zeno memimpin rapat internal kesekjenan yang dihadiri oleh 11 pejabat eselon 2 di lingkungan Setjen. Zeno memimpin rapat evaluasi kinerja BAKTI (Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi) yang dihadiri para auditor kementerian.

Peringati #IDG2018

Kisah Zeno dimulai dari kompetisi Vlog sempena Hari Anak Perempuan Internasional (International Day Girl) 2018. “Awalnya saya dapat informasi dari Plan untuk mengikuti lomba videoblog. #IDG 2018 #seharijadipemimpin. Kami membuat Vlog, ada yang di kantor daerah, pasar dan saya sendiri di Lapangan Berdikari,” ungkap Zeno.

Awal Oktober, tanggal 1, perwakilan dari Plan Indonesia datang ke sekolah dan memberitahu jika Zeno terpilih dari 12 anak yang akan mengikuti acara Sehari Jadi Pemimpin.

“Pak Kepala Sekolah langsung mendatangi saya dan saya kemudian diminta ikut ke Jakarta, semua keperluan diurus. Karena saya tinggal di Asrama, sehari sebelum berangkat saya diminta beritahu ke orang tua yang tinggal di desa,” jelas Zeno.

Akhirnya bersama pendampingnya Zeno berangkat ke Jakarta. “Tanggal 8 Oktober kami berangkat ke kabupaten tetangga, Ende. Dan akhirnya berangkat ke Jakarta. Di Jakarta saya ingin menyampaikan ide-ide saya agar desa saya bisa mengakses internet. Itulah kenapa saya pilih Kominfo,” tuturnya.

Zeno menyatakan ia tahunya Kementerian Kominfo berkaitan dengan urusan komunikasi dan informatika. “Ya soal media sosial, media digital itu yang saya tahu. Saya ingin ke sini karena di tempat asal saya kami belajar tidak terlalu banyak sumber dan internet tidak terlalu lancar,” jelasnya.

Profesi Idaman

Zeno adaah satu diantara 12 pelajar yang terpilih dari ribuan anak Indonesia dalam Program #GirlsGetEqual. Selama sehari peserta yang sudah diseleksi oleh Plan Internasional Indonesia akan menjalani profesi yang mereka pilih.

Zeno, anak perempuan hebat asal Nagekeo menggantikan Farida Dwi Cahyarini menjadi Sekretaris Jendral Kementerian Komunikasi dan Informatika sehari. Zeno menjalankan rutinitas ibu Sekjen yang cukup padat.

Kegiatan berlanjut dengan melaksanakan rapat demi rapat. Salah satunya adalah rapat koordinasi yang dihadiri oleh seluruh kepala biro di Kemkominfo. Rapat membahas tentang progress penyerapan anggaran dana tahun 2018 dan update program Kemkominfo sampai akhir tajun ini. Dalam rapat, Zeno menerima laopran dari setiap kepala biro dan mengutarakan pendapatnya.

Sehari itu, Sekjen Kementerian Kominfo Farida Dwi Cahyarini memberikan beberapa tugas dan peran keseharian Sekjen kepada Zeno. Sesekali, Farida mendampingi dan memandu Zeno untuk menjalankan perannya.

“Kementerian Kominfo RI mendukung penuh setiap upaya untuk memberikan ruang kepada anak-anak kita untuk menjadi pemimpin di masa mendatang,” tutur Farida Dwi Cahyarini.

Selamat untuk Zeno, semoga kelak sungguh-sungguh menjadi Sekjen Kementerian Kominfo. (KOMINFO/TPP)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here