Hasil Operasional Singapore Airlines Pada Bulan September 2018

0
159

Presidentpost.id – Persentase tingkat isian penumpang SIA Group meningkat sebesar 2,8 poin persentase menjadi 83,6%. Sistem angkutan penumpang (diukur dalam pendapatan dari penumpang tiap kilometer) mengalami kenaikan sebesar 7,7% dibandingkan dengan tahun sebelumnya, melebihi pertumbuhan kapasitas (diukur dalam kilometer kursi yang tersedia) sebesar 4,2%.

Persentase tingkat isian penumpang Singapore Airlines meningkat sebesar 3,4 poin persentase menjadi 84,4%. Sistem angkutan penumpang meningkat sebesar 5,7% dibandingkan dengan tahun sebelumnya, berlawanan dengan adanya peningkatan kapasitas sebesar 1,4%. Pendapatan unit (diukur dalam pendapatan dari ketersediaan kursi tiap kilometer) diharapkan untuk tetap positif dikarenakan adanya pertumbuhan pendapatan yang melebihi pertumbuhan kapasitas.

Sistem angkutan penumpang SilkAir mengalami peningkatan sebesar 5,6%, lebih tinggi dari pertumbuhan kapasitas sebesar 2,4%. Hal tersebut menyebabkan persentasi tingkat isian penumpang juga mengalami peningkatan sebesar 2,1 poin persentase menjadi 73,6%. Tingkat isian penumpang meningkat di wilayah Asia Utara, Asia Tenggara dan Australia.

Scoot mencatat pertumbuhan pada sistem angkutan penumpang sebesar 16,7%, yang melebihi ekspansi kapasitas sebesar 16,5%. Oleh karena itu, persentase tingkat isian pemumpang meningkat sebesar 0,1% poin persentase menjadi 83,8%. Tingkat isian penumpang mengalami sedikit peningkatan pada wilayah Asia Barat dan kawasan lainnya di Dunia, dipimpin oleh rute-rute seperti India, Australia, Maldive, dan penerbangan jarak jauh menuju Eropa. Wilayah Asia Timur mencatat penurunan tingkat isian penumpang dikarenakan angkutan tidak dapat mengimbangi peningkatan kapasitas.

  September

2018

September

2017

 

Perubahan

SINGAPORE AIRLINES (PENUMPANG)        
Kapasitas (M kursi-km)         9,956.0 9,816.1 1.4 %
Penumpang-km (M)         8,402.4 7,949.8 5.7 %
Penumpang yang diangkut (’000)           1,681 1,592 5.6 %
Tingkat keterisian penumpang (%)             84.4 81.0 3.4 pts
     Tingkat keterisian berdasarkan wilayah rute (%)        
     Asia Timur 79.6 77.7 1.9 pts
     Amerika 85.5 79.5 6.0 pts
     Eropa 88.9 85.3 3.6 pts
     Pasifik Barat Daya 86.9 83.4 3.5 pts
     Asia Barat dan Afrika 78.3 75.3 3.0 pts
         
SILKAIR (PENUMPANG)        
Kapasitas (M kursi-km)           912.7 890.9 2.4 %
Penumpang-km (M)           672.2 636.7 5.6 %
Penumpang yang diangkut (‘000)              370 357 3.6 %
Tingkat keterisian penumpang (%)             73.6 71.5 2.1 pts
     Tingkat keterisian berdasarkan wilayah rute (%)        
     Asia Timur dan Pasifik 73.6 69.7 4.3 pts
     Asia Barat 73.9 76.1 9.3 pts
         
SCOOT (PENUMPANG)        
Kapasitas (M kursi-km)         2,747.0 2,357.8 11.0 %
Penumpang-km (M)         2,301.6 1,972.9 17.9 %
Penumpang yang diangkut (’000)              820 730 12.8 %
Tingkat keterisian penumpang (%)             83.8 83.7 4.9 pts
     Tingkat keterisian berdasarkan wilayah rute (%)        
     Asia Timur 83.2 85.3 6.0 pts
     Asia Barat 77.0 74.5 3.5 pts
     Seluruh Dunia 88.8 86.1 1.1 pts
         
SINGAPORE AIRLINES (KARGO)        
Kapasitas (M ton-km)           913.5 936.8 -2.5 %
Kargo ton-km (M)           594.5 612.0 -2.9 %
Kargo yang diangkut (M kg)           111.5 111.1 0.4 %
Tingkat keterissian kargo (%)             65.1 65.3 -0.2 pt
     Tingkat keterisian berdasarkan wilayah rute (%)        
     Asia Timur 60.9 61.0 -0.1 pt
     Amerika 62.2 61.2 1.0 pt
     Eropa 74.1 74.6 -0.5 pt
     Pasifik Barat Daya 61.0 61.8 -0.8 pt
     Asia Barat dan Afrika 71.9 70.9 1.0 pt
         
GROUP Maskapai Penerbangan(PENUMPANG)        
Kapasitas (M kursi-km)       13,615.7 13,064.8 4.2 %
Penumpang-km (M)       11,376.2 10,559.4 7.7 %
Penumpang yang diangkut (’000)           2,871 2,679 7.2 %
Tingkat keterisian penumpang (%)             83.6 80.8 2.8 pts

 

Persentasi tingkat isian kargo menurun 0,2 poin persentase, sebagaimana juga lintas kargo (diukur dalam kilometer-ton-angkutan) melebihi kontraksi dalam kapasitas kargo sebesar 2,5%. Tingkat isian kargo mengalami peningkatan di wilayah Amerika, dan Asia Barat, serta Afrika, sedangkan tingkat isian kargo di wilayah lain mengalami penurunan dikarenakan adanya permintaan yang tidak dapat mengimbangi perubahan kapasitas. (PRS/TPP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here