Aktif Dorong Kesiapsiagaan dan Tanggap Bencana, Sampoerna Raih Penghargaan Padmamitra Awards 2018

0
137
Head of Stakeholders Regional Relations & CSR PT HM Sampoerna TBK, Ervin Laurence Pakpahan (kanan) berfoto bersama tim seusai hadir dalam malam pemberian penghargaan Padmamitra Awards 2018 di Swiss-Bellhotel, Mangga Besar, Kamis (25/10/2018). PT HM Sampoerna TBK menerima penghargaan pada kategori Bidang Kebencanaan. Foto: Dok. PT HM Sampoerna, Tbk.

JAKARTA, presidentpost.id – Program berkelanjutan PT HM Sampoerna, Tbk. (Sampoerna) meraih Padmamitra Awards 2018 untuk kategori Bidang Kebencanaan. Penghargaan yang dipersembahkan oleh Kementerian Sosial Republik Indonesia bekerja sama dengan Forum CSR ini diberikan kepada Sampoerna sebagai warga usaha yang telah menjalankan kegiatan tanggung jawab sosial secara holistik dalam rangka mendukung program pemerintah guna mewujudkan kesejahteraan sosial melalui pendekatan tanggap bencana dan kesiapsiagaan.

“Sampoerna senantiasa berusaha memberikan dampak positif, mulai dari para karyawan, petani, pedagang, mitra usaha, pelaku usaha kecil, hingga masyarakat luas melalui kontribusi berkelanjutan. Komitmen dan semangat ini kami tuangkan dalam payung program korporasi yaitu ‘Sampoerna untuk Indonesia’ yang salah satu fokusnya adalah Tanggap Bencana dan Kesiapsiagaan,” ujar Ervin Laurence Pakpahan, Head of Stakeholders Regional Relations & CSR PT HM Sampoerna Tbk.

“Penghargaan yang kami terima merupakan apresiasi pemerintah terhadap konsistensi dan peran aktif Sampoerna selama lebih dari 15 tahun menangani bencana alam melalui program Pelatihan Kesiapsiagaan Bencana, Sampoerna Rescue Team, serta pemberian layanan kesehatan gratis bagi masyarakat,” tambah Ervin.

Program Tanggap Bencana dan Kesiapsiagaan Sampoerna didasari oleh kondisi geografis Indonesia yang memiliki risiko bencana alam sangat tinggi seperti tsunami, tanah longsor, gunung berapi, gempa, dan banjir, sehingga pembekalan kesiapsiagaan juga penanggulangan bencana kepada masyarakat di wilayah rawan bencana mutlak diperlukan.

Sebagai tindak lanjut, pada tahun 2002, Sampoerna Rescue Team (SAR) dibentuk dan telah melakukan lebih dari 200 misi kemanusiaan sejak tahun 2011 yang tidak hanya mencakup aktivitas dan pelatihan SAR namun juga layanan pengobatan gratis di berbagai wilayah di Indonesia mulai dari Pasuruan, Solo, Garut, Karawang, Labuan, Pandeglang, Aceh, Bima Jawa, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Bali hingga Sulawesi.

Misi kemanusiaan yang dijalankan SAR bekerja sama dengan pakar penanggulangan bencana dan pemerintah seperti BPNP, Basarnas, Palang Merah Indonesia, juga LSM telah menyentuh lebih dari 100.000 penerima manfaat. “Termasuk baru-baru ini, tim SAR kami turun langsung membantu upaya penanganan dan pemulihan pasca bencana baik di Lombok maupun Palu.” Ujar Ervin.

Untuk terus memperkuat tim tanggap bencana, Sampoerna memberikan pelatihan SAR secara terpadu dengan mendirikan SAR Training Center (SAR-TC) di lahan seluas 3,5 hektar di Pasuruan, Jawa Timur pada tahun 2010. SAR-TC bertujuan untuk mendukung kemampuan kesiapsiagaan serta peningkatan keterampilan tanggap darurat bencana melalui beragam pelatihan rutin seperti vertical rescue, water rescue, basic life support, dapur umum, penanganan bencana, shelter dan fasilitas sanitasi serta pemadam kebakaran.

Sebagai bentuk upaya mendorong pengurangan risiko di daerah rawan bencana, Sampoerna juga menginisiasi program Collaborative Habitat Advancement Management Program (CHAMP) di Sumba Timur (NTT) pada November 2016 hingga April 2018. CHAMP memberikan fasilitas akses air, kebersihan dan layanan kesehatan.

Selain itu, sebagai bagian dari kegiatan pencegahan bencana, dibentuk kelompok bencana serta pelatihan kepada 250 anggota organisasi kepemudaan termasuk penanaman 4.000 pohon di Klungkung Bali. Program CHAMP diharapkan dapat meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengurangi risiko bencana, pemahaman manajemen kebencanaan yang efektif, dan melakukan mitigasi yang efisien.

GKR Mangkubumi selaku Ketua Forum CSR Kesejahteraan Sosial dalam sambutannya menyampaikan bahwa program tanggung jawab sosial sebaiknya dilakukan secara berkelanjutan dan tepat sasaran. Menurut beliau, sinergi antara para pemangku kepentingan sangat diperlukan untuk mengatasi tujuh permasalahan sosial, salah satunya penanganan korban bencana. Beliau turut menyampaikan apresiasi tinggi kepada para pelaku dunia usaha yang telah memberi perhatian dan turun tangan langsung untuk membantu pemerintah.

“Penghargaan ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi Sampoerna. Kami harap, penghargaan ini dapat menginspirasi semua pemangku kepentingan, khususnya para pelaku dunia usaha untuk bersama-sama mengambil peran dalam meningkatkan kesiapsiagaan dan penanggulangan bencana di berbagai wilayah Indonesia,” tutup Ervin. (PR/TPP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here