Honor umumkan Art & Technology with You untuk membuat seni instalasi “Aurora”

0
53
PRN

HONG KONG, presidentpost.id – Honor, e-brand ponsel pintar terkini, hari ini mengumumkan pameran “Artology: Explore Art & Technology with You(th)” dan kolaborasi dengan Hong Yi “Red”, sosok terkemuka di bidang seni Asia. Red, terkenal akan pembuatan karya seni dari bahan-bahak yang tak lazim, akan menciptakan karya seni eksklusif dari sekitar 2.000 glass back pada ponsel pintar Honor yang didaur ulang, berasal dari koleksi andalan Honor. Pameran dan seni instalasi ini akan tampil perdana di H Queen, ikon arsitektur serta ruang seni bergengsi di kawasan bisnis dan ritel Hong Kong Central, pada 10 Desember 2018.

Karya seni ini, bertajuk “Aurora”, mencerminkan kolaborasi avant-garde antara Honor dan Red, sejalan dengan kiprah mereka untuk merumuskan cara-cara baru dalam pembuatan bentuk seni imajinatif dan kontemporer. Seni instalasi ini terus berubah-ubah warna dan memancarkan rona aurora, terwujud berkat sejumlah lapisan membran berskala nano di dalam setiap keping glass back Honor yang memantulkan dan membelokkan cahaya.

Baik Honor dan Red sama-sama memiliki impian unik untuk menciptakan karya seni penting. Red adalah seniman peraih penghargaan yang “melukis tanpa kuas” dan termasuk salah satu pebisnis seni ternama dunia. Dia memakai imajinasi dan pendekatan tak lazim untuk mengubah bahan sehari-hari menjadi mahakarya; selaras dengan upaya Honor mendorong generasi muda agar mendobrak norma-norma sosial dan mengukir jalurnya sendiri demi kesuksesan. Untuk itu, kolaborasi dengan Red dalam seni instalasi ini menjadi bukti lain dari komitmen Honor dalam memberdayakan generasi milenial seperti Red,” ujarGeorge Zhao, President, Honor.

“Saya sangat gembira atas kepercayaan yang diberikan pada proyek dengan skala yang seperti ini. Ketika saya pertama kali menyaksikan glass back pada ponsel pintar, saya terkagum-kagum dengan susunan rona yang terpancar dari permukaannya. Saay teringat dengan fenomena aurora borealis. Honor telah berinvestasi secara besar-besaran dalam desain dan keistimewaan mutu material tersebut, sehingga kita bisa menciptakan lampu gantung raksasa ini, terinspirasi dari aurora. Saya senang atas kesempatan menciptakan seni modern dengan teknologi mutakhir,” kata Red Hong Yi.

Pameran ini menjadi bagian dari kampanye merek Honor terkini bagi kawula muda di seluruh dunia, dan terwujud setelah kesuksesan kampanye global yang menampilkan Clara Bacou, seniman digital dari Inggris, pada awal tahun ini. Pameran ini terbuka bagi umum dari 11-23 Desember 2018, dan tiket masuk gratis.

Selama empat tahun terakhir, Honor telah memperluas jangkauan global dan momentum pertumbuhannya telah menjalar ke seluruh dunia. Sejak Agustus 2018, Honor telah mencapai pertumbuhan 150 persen di pasar luar negeri, meluncur di berbagai negara termasuk Myanmar, Vietnam, Indonesia, Turki dan Mesir.

Tentang Honor

Honor merupakan e-brand ponsel pintar terkemuka milik Grup Huawei. Sejalan dengan slogan, “For the Brave”, Honor diciptakan untuk memenuhi kebutuhan generasi digital melalui beragam produk berbasis internet optimal yang menawarkan pengalaman pengguna terbaik, mengilhami aksi, menumbuhkan kreativitas dan memberdayakan kawula muda agar dapat mewujudkan impian mereka. Untuk itu, Honor telah tampil beda dengan menunjukkan keberanian diri melakukan berbagai hal unik, dan mengambil berbagai langkah penting untuk menghadirkan teknologi serta inovasi terbaru bagi pelanggan.

Tentang Hong Yi “Red”

Hong Yi, juga dikenal sebagai ‘Red’, ialah seniman yang menafsirkan ulang material keseharian ke dalam karyanya dengan mengumpulkan benda-benda.

Red mengenyam pendidikan di University of Melbourne dan TUDelft, serta memegang gelar Master Ilmu Arsitektur. Ketika bekerja di Shanghai untuk firma arsitektur asal Australia HASSELL, Red membuat seni instalasi di akhir minggu dari material terjangkau di pasar grosiran setempat. Sejumlah karya seninya menampilkan berbagai potret tokoh kenamaan Tiongkok dan tersebar luas di media sosial dan penerbitan, termasuk Wall Street Journal,TIME, New York Times, CNBC dan Fast Company.

Red telah mendapat pesanan dari berbagai klien seperti Facebook, Google, Gucci, Chase JP Morgan dan Mandarin Oriental, serta memamerkan berbagai karyanya di World Economic Forum (Davos), Anchorage Museum (Alaska), Design Miami (Miami) serta Asian Art Museum (San Francisco). Sotheby’s Institute telah memasukkan namanya ke dalam “11 art world entrepreneurs you should know” pada 2018.

Tentang H Queen’s

H Queen’s adalah proyek properti yang meraih penghargaan, terdiri atas 24 lantai di 80 Queen’s Road Central, sebuah lokasi yang sangat bergengsi dan mengubah dinamika budaya di pusat kawasan Central. Proyek ini memiliki sejumlah tempat pameran untuk mempromosikan seni dan memperluas audiens seni. Dirancang arsitek dan seniman ternama William Lim, Pendiri dan Managing Director CL3, salah satu firma arsitektur dan desain terkemuka di Asia, arsitektur gedung yang unik menyajikan fleksibilitas terbaik dan berbagai fitur yang aman bagi lingkungan. Desain H Queen memiliki tata letak multiguna, ketinggian lantai-ke-atap yang optimal dan balkon luas guna menampung beragam pameran dan kebutuhan hiburan. H Queen juga menampilkan unit pemeliharaan gedung terpadu, termasuk sistem gondola yang memfasilitasi pengiriman karya seni lewat fasad dengan operable curtain wall di setiap lantai galeri. Dengan desain yang memaksimalkan latar perkotaan di kawasan Central, fleksibilitas terbaik dan efisiensi energi, H Queen kelak menjadi ikon arsitektur dan tujuan gaya hidup. Henderson Leasing Agency Company Ltd., anak usaha yang sepenuhnya dimiliki Henderson Land Development Company Ltd., menjadi agen penyewaan dan pemasaran untuk proyek H Queen.(PRS/TPP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here