Ristekdikti Gandeng PTS Entaskan Masalah Citarum Melalui Edukasi

0
133
Koordinator Umum Program KKN Citarum Harum, Prof. Dr . Sc. Agr. Ir. Didik Sulistyanto (bersebelahan dengan Anggota TNI), bersama dengan para Koordinator Sektor, di Hotel Haris Sumarecon.

Bekasi, presidentpost.id – Sebanyak 323 Perguruan Tinggi Swasta (PTS) se DKI, ikut serta dalam menanggulangi permasalahan sungai Citarum yang telah mendunia dengan info negatifnya. Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, melalui Ristekdikti menggelar Seminar Nasional tentang bagaimana Pelajaran Inovatif yang dapat dilakukan di sepanjang sungai Citarum, setelah sebelumnya telah dilakukan Kuliah Kerja Nyata yang dilakukan oleh para mahasiswa tergabung dalam KKN Harum.

Dalam keterangannya di sela-sela Seminar, Koordinator Wilayah III Kemenristekdikti Prof. Illah Sailah, menjelaskan bagaimana kegiatan yang dilakukan melalui KKN Citarum Harum, merupakan program pemerintah untuk mengentaskan permasalahan Citarum, melalui edukasi kepada masyarakat sepanjang sungai. Dalam targetnya program tersebut memiliki waktu hingga 7 tahun ke depan.

“Seperti yang disampaikan oleh Menko Bidang Kemaritiman Luhut B Pandjaitan, saat rakernas pertama dikatakan, Citarum harus sudah bersih sebelum jangka waktu 7 tahun yang dimulai pada tahun 2018. Tetapi banyak para pelaku kegiatan ini, akan dapat terselesaikan kurang dari 7 tahun,” ujar Prof. Illah, yakin, ditemui di Hotel Haris Sumarecon, Bekasi, (29/11).

Seperti diketahui Sungai Citarum, menurut World Bank merupakan Sungai Terkotor di Dunia. Ironis jika mendengar berita mengenai sungai terpanjang dan terbesar di Jawa Barat ini. Harapannya dari para pelaku pendidikan tersebut, dengan adanya para mahasiswa yang ikut andil dalam menanggulangi permasalahan Citarum, penegakkan hukum akan cepat dilaksanakan dan berharap akan mempercepat adanya kebijakan terkait eliminasi sungai terkotor.

Koordinator Kopertis Wilayah III Kemenristekdikti, Prof. Illah Sailah, saat memberikan pembekalan kepada Seluruh Koordinator Sektor KKN Citarum Harum.

“Dari total panjang sekitar 297 KM, Sungai Citarum terbagi menjadi dua yakni hulu dan hilir. Untuk hulu berkisar 162 KM dan Hilir mencapai 135 KM. Ada 190 industri yang berada di sepanjang sungai Citarum, ini harus dikomunikasikan. Melalui edukasi yang disampaikan kepada masyarakat, saya yakin masyarakat dapat melakukan permasalahan di sungai Citarum ke depan,” harap Prof. Illah.

Sementara itu dalam kesempatan yang sama, Koordinator Umum Program KKN Citarum Harum, Prof. Dr . Sc. Agr. Ir. Didik Sulistyanto, menjelaskan bahwa untuk pelibatan PTS wilayah DKI Jakarta dibagi menjadi lima sektor. Di mana, dirinya membawahi sektor 16, 17, 18, 19, dan sektor 20. Masing-masing sektor terdiri dari 50 PTS.

“Sektor 16 dikoordinatori oleh Univ. Trisakti, Sektor 17 Univ. Esa Unggulan, Sektor 18 Univ. Mercu Buana, Sektor 19 Univ. Budi Luhur dan Sektor 20 oleh Institut Kalbis, yang seluruhnya berada di bawah Koordinator Umum,” ujar Pria yang juga sebagai Rektor Universitas Budi Luhur.

Dalam koordinasi terkait Citarum, menurutnya dasarnya jelas. Di mana, pada Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2018. Peraturan tersebut berlaku untuk seluruh Kementerian di Indonesia. Di mana PTS berada di bawah Kemenristekdikti, dengan sungai Citarumnya dibagi menjadi dua lokasi, yakni di wilayah Jawa Barat dan DKI Jakarta.

“Kopertis Wilayah IV dan Dikti Wilayah IV berkewajiban memback-up dan mendampingi Perpres tersebut. Dari hulu ke hilir, kapasitas hilir menjadi kapasitas penting dalam penyaluran air ke muara. Untuk itu, kualitas hulunya haruslah dijamin baik,” katanya.

Prof. Didik, mengungkapkan bagaimana banyak permasalahan di sungai Citarum. Kegiatan penanganan sungai Citarum bukan baru dilakukan satu atau dua tahun. Namun, sudah cukup lama sungai Citarum menjadi permasalahan nasional dan telah banyak menghabiskan biaya.

“Sudah besar anggaran yang dikeluarkan, untuk itu saat ini perguruan tinggi dilibatkan. Karena perguruan tinggi punya mahasiswa yang dapat mengawal melalui pendekatan kepada masyarakat,” tambahnya.

“Saya merasa nyaman bekerja dengan PTS. Karena, tidak pernah mikir uang. Kerja aja dulu. Itu respon yang sangat luar biasa dari PTS,” tandasnya Prof. Illah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here