Rektor Univ. Budi Luhur : Film Memudahkan Komunikasi Antar Generasi

0
380
Rektor UBL Prof.Dr.sc.agr. Didik Sulistyanto, memukul gong sebagai tanda dibukanya Seminar Comfilture, di Universitas Budi Luhur, (8/12/18).

Jakarta, presidentpost.id – Perkembangan per film-an terus menempati tempat strategis dalam era milenial. Dahulu film hanya dijadikan sebagai sarana hiburan semata, justru kali ini, film menjadi sarana komunikasi yang diharapkan menjadi sarana bagi setiap generasi dalam pengejawantahan sebuah pesan yang ada dalam setiap adegan dan scenario.

Film pada dasarnya merupakan komunikasi massa. Namun, dampaknya pada budaya membuat film dapat bersinggungan dengan komunikasi antar budaya. Film juga merupakan hasil peradaban yang menunjukkan refleksi budaya masyarakat dan mempunyai kemampuan mengantar pesan secara unik, sehingga membawa dampak yang cukup besar dalam kehidupan sosial budaya masyarakat.

Saat membuka Seminar Comfilture 2018 yang diselenggarakan oleh Program Study Magister Ilmu Komunikasi, Universitas Budi Luhur (UBL), Rektor UBL Prof.Dr.sc.agr. Didik Sulistyanto, mengatakan di Era Revolusi Industri 4.0 Film merupakan Media Komunikasi yang sangat penting, khususnya bagi generasi muda, menjadikan berkarakter dan meningkatkan daya saing bangsa.

“Film menjadi wadah membentuk karakter sebuah generasi, khususnya generasi muda di era milenial saat ini. Melalui film akan memudahkan komunikasi antar generasi yang cerdas berbudi luhur,” ujarnya, dihadapan para peserta seminar yang kurang lebih mencapai 260 orang, dari berbagai latar belakang.

Komunikasi menjadi bagian yang integral dan koheren dalam kehidupan manusia. Kondisi ini membuat kehadirannya sebagai sebuah bidang ilmu begitu relevan dan signifikan. Melalui pendekatan Ilmu komunikasi, manusia saat ini dapat memaknai peradaban yang muncul dan tenggelam pada zamannya.

Para peserta Seminar Comfilture Universitas Budi Luhur, yang diselenggarakan oleh Program Study Magister Ilmu Komunikasi, Universitas Budi Luhur (UBL).

Perkembangan zaman yang terus bergerak menuju modernitas ternyata juga memberikan ruang yang luas bagi perkembangan ilmu komunikasi. Sehingga dalam perjalanannya, Ilmu Komunikasi terus tumbuh dan berkembang pada berbagai lini dan ranah yang multidisipliner, dan bergerak dari tradisional menuju modern.

Sentara itu Ketua Pusat Studi Kebudiluhuran Universitas Budi Luhur, Dr.Yusron, menjelaskan film dapat merefleksikan budaya yang ada dalam masyarakat Indonesia. Indonesia harus mampu meningkatkan produktivitas perfilman dengan tidak meninggalkan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal yang luhur yang dimiliki oleh masyarakat Indonesia.

“Lembaga Sensor Film dapat lebih selektif dalam melakukan sensor film, dengan tetap memperhatikan kaidah-kaidah budaya yang ada dalam masyarakat Indonesia,” jelasnya.

Menanggapi seminar yang mengangkat tema “Komunikasi Budaya melalui Media Film”, Ketua Panitia Seminar MIKOM, Afri Asnelly, S.IP, dalam komunikasi modern, film menjadi media pengantar pesan yang sangat dipertimbangkan. Seminar Comfilture ini ditujukan untuk mendorong agar insan perfilman dapat menghadirkan film-film yang memberikan pesan positif dengan memperhatikan nilai-nilai luhur yang ada dalam budaya masyarakat Indonesia.

“Selain itu kegiatan ini juga bermaksud untuk mendorong agar Lembaga Sensor Film lebih evaluatif dalam melakukan sensor film di tengah berbagai polemik yang ada di tengah masyarakat Indonesia saat ini,” tandasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here