Pasca Tsunami di Selat Sunda, 300 Orang Berdoa Bersama di Tanjung Lesung

0
213

PANDEGLANG, presidentpost.id – Tsunami yang menghantam Selat Sunda dan pesisir Banten pada 22 Desember 2018 lalu telah mengakibatkan jatuhnya korban jiwa dan rusaknya fasilitas sarana dan prasarana.

Data yang dikeluarkan BNPB per 31 Desember 2018 tercatat ada 437 korban meninggal, 14.059 luka-luka, 16 hilang dan 33.721 mengungsi. Dari data tersebut korban meninggal paling banyak tercatat di Kabupaten Pandeglang yaitu 290 korban.

Melihat besarnya dampak dari bencana tsunami yang terjadi, PT Banten West Java (BWJ) TDC anak usaha dari PT Jababeka Tbk selaku pengelola Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung, menggelar doa bersama istighosah pada tanggal 8 Januari 2019 di Pangrango Resto, Tanjung Lesung.

Doa Bersama tersebut menghadirkan 100 anak yatim beserta 200 orang baik undangan, masyarakat maupun karyawan.

Direktur PT BWJ Kunto Wijoyo dalam keterangannya menyampaikan, “Istighosah ini mendoakan para korban tsunami yang terjadi pada tanggal 22 Desember lalu di Selat Sunda dan pesisir Banten, semoga seluruh arwah almarhum almarhumah yang menjadi korban mendapatkan tempat yang paling mulia di sisi-NYA. Amiieen ya Robbalamiieen. “

“Dengan ini juga menunjukan bahwa Tanjung Lesung adalah milik bersama, milik karyawan, milik masyarakat, dan segenap pelaku pariwisata yang berada di Pandeglang ini. Juga semoga Tanjung Lesung dapat bangkit kembali, dan menjadi kebanggaan bagi warga Pandeglang khususnya dan Banten pada umumnya,” tutupnya.(TPP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here