UKM Talk Jababeka, Kupas Tuntas UKM untuk Berkembang

0
307

CIKARANG, presidentpost.id – Kawasan Industri Jababeka kembali mengadakan UKM Talk yang kali ini menghadirkan Budi Suwanto Ketua UKM Machinery dengan tema “Scale Up” di President Executive Club, Selasa (30/4/2019).

Pada acara yang dihadiri oleh puluhan orang tersebut, terpicu pertanyaan-pertanyaan menarik. Salah satunya mengenai bagaimana caranya scale up atau berkembang ketika kondisi pasar sedang tidak baik seperti tahun 1998 dan 2008.

Budi menyampaikan, “Kalau kondisi pasar memang lagi kurang, maka kita harus melakukan pengembangan-pengembangan ditahap yang lain seperti rekrutmen untuk buka pasar baru. Kita harus kenal dengan pasar kita, kalau pasar local sedang lesu maka kita bisa cari pendanaan dari investor lain.”

Budi menekankan untuk tidak gampang menyerah pada satu kondisi yang kita temui. Budi pun menceritakan pada masa krisis 1998, dia terpaksa menutup kantor cabangnya dengan PHK. Namun dia juga berjanji jika krisisnya sementara dan peluang kembali baik, maka semua akan dipekerjakan kembali.

“Krisis itu hanya sementara, tetapi kita harus berani menghadapi apa adanya dan terbuka dengan karyawan, akhirnya dalam waktu 7 bulan mereka sudah kerja lagi. Jadi sudah di PHK dapat pesangon, sekarang bisa bekerja kembali,” tambahnya.

Mengenai bagaimana bisa berkolaborasi dengan UKM Jepang, Budi menyampaikan bahwa perusahaan Jepang pada prinsipnya memang mengutamakan produk Jepang itu sendiri dulu sebelum melirik produk lokal dari Indonesia. Apalagi berbicara mengenai produk oli yang krusial dalam permesinan, maka orang Jepang sangat teliti untuk hal yang satu itu.

“Pengalaman saya melihat bagusnya performa mesin salah satu perusahaan Jepang, pimpinannya mengatakan kalau mencari level general manager maka dia meminta direkturnya untuk mencarikan. Tapi kalau mencari orang tukang ganti oli, itu pimpinannya sendiri yang mencari,” ujar Budi.

Menurut Budi, orang yang dicari tersebut haruslah rajin, terpercaya, dan harus betul-betul teliti. Karena itu yang paling penting untuk mesin perusahaan orang Jepang tersebut, kalau saja sampai dikasih ke orang yang tidak teliti maka performa mesinnya akan jauh turun.

Sementara itu Feby Yanti, Sales Manager PT Jababeka Tbk, menyampaikan bahwa memang banyak UKM Jepang yang masuk ke Jababeka. Para perusahaan Jepang tersebut awalnya masuk sebagai perusahaan trading, namun kemudian mereka terbuka untuk bekerja sama dengan perusahaan lokal.

“Dari asosiasi Jepangnya, mereka menyiapkan wadah untuk mencari rekan bisnis lokal yang akan direkomendasikan kepada perusahaan Jepang sebagai awal untuk memasuki pasar Jepang juga. Wadah tersebut bernama J-GOODTECH, yang akan mencari strategic partner perusahaan Indonesia dengan UKM Jepang. Hal tersebut tidak menjadikan kita di bawah perusahan mereka, tetapi mereka mau bantu kita untuk bersama-sama,” jelasnya.   

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here