Perlunya Penguatan Bidan Dalam Layanan Reproduksi dan Kesehatan Perempuan

0
195

JAKARTA, presidentpost.id – Kesehatan Perempuan dalam hal ini dari sisi reproduksi dan seksual, tidak terlepas dari sebuah layanan yang diberikan oleh pelayanan kesehatan. Seperti diketahui, keberadaan bidan di tanah air tidak bisa dilepaskan dari kesehatan para perempuan, hingga layanan kepada anak dan balita.

Menyambut International Day of The Midwife, yang biasanya disambut setiap tanggal 5 Mei, Ikatan Bidan Indonesia (IBI) didukung oleh UNFPA Indonesia dan Global Affairs Canada (Kanada) menyelenggarakan seminar dalam rangka memperingati
Hari Bidan Internasional 2019 di Jakarta.

Ketua Umum Ikatan Bidan Indonesia Dr. Emi Nurjasmi M. Kes, dalam paparannya menyampaikan pada dasarnya setiap orang mendapat pelayanan kesehatan sesuai yang diamanatkan UUD 1945. Oleh karena itu, dalam pelayanan Kesehatan kepada masyarakat khususnya wanita yang dilaksakan oleh bidan, dilaksakan secara profesional sesuai kompetensi dan kewenangannya.

“Peran bidan sebagai pemberi pelayanan kebidanan, pengelolaan pelayanan kebidanan, penyuluh dan konselor bagi klien, pendidik, pembimbing dan fasilitator klinik, penggerak peran serta masyarakat dan pemberdayaan perempuan, serta peneliti, dituntut secara Holistik memperhatikan segala aspek yang mempengaruhi reproduksi perempuan, baik secara psikologi, kultural. Nilai ini semua harus dipahami untuk melakukan komunikasi dan analisa agar tepat melakukan diagnosa,” paparnya, dihadapan para peserta seminar, di Jakarta, (9/5).

Dalam kesempatan yang sama Duta Besar Kanada untuk Indonesia Peter MacArthur, menyampaikan di Kanada, seperti halnya di Indonesia, bidan memainkan peran penting sebagai penyedia layanan kesehatan yang berpusat pada perempuan.

“Kanada percaya bahwa memperkuat peran bidan penting untuk menegakkan hak atas layanan kesehatan seksual
dan reproduksi bagi perempuan dan remaja. Ketika wanita dan remaja, terutama anak perempuan memiliki kendali atas keputusan mengenai kehidupan reproduksinya, angka
kematian dan kesakitan ibu dan anak menurun dan keluarga berkembang,” katanya.

IBI memiliki anggota sebanyak 324.515 bidan yang tersebar di seluruh propinsi di Indonesia. Bidan adalah mitra kesehatan keluarga dan masyakarat, khususnya untuk kesehatan ibu dan bayi. Hal ini sejalan dengan filosofi bidan sebagai mitra perempuan,
memenuhi hak perempuan dalam kondisi apapun. Bidan juga merupakan penyediaan layanan Keluarga Berencana (KB), layanan kesehatan anak balita serta berperan dalam
meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai kesehatan.

“Mayoritas perempuan di Indonesia memilih bidan sebagai tenaga kesehatan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan dan hak-haknya. Diperkuat dengan lahirnya UU No.4 Tahun 2019 tentang Kebidanan yang memberikan kepastian hukum bagi masyarakat dan bidan sebagai pemberi maupun penerima layanan kebidanan,” pungkas Dr. Emi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here