5 Tips Cerdas dan Hemat Pengeluaran untuk Pelanggan PDAM

0
98

Jakarta, Presidentpost.id – Pasokan air bersih tentu jadi hal penting bagi setiap rumah tangga. Penggunaan air ini sangat berguna untuk menunjang aktivitas setiap hari, mulai dari air minum, hingga aktivitas seperti mandi, cuci, sampai menyiram tanaman. Untuk memfasilitasi warga akan kebutuhan air bersih, pemerintah Indonesia sudah mendirikan unit usaha PDAM di tiap daerah. Lewat kisaran tarif Rp1.050,00–Rp14.650,00 per meter kubik, masyarakat bisa memilih dan mengatur besarnya penggunaan di setiap bulan.

Lalu, bagaimana cara yang baik dan cerdas agar penggunaan air bisa tepat guna dan tidak boros? Berikut 5 tips yang bisa kamu lakukan.

Hemat air

Tips cerdas pertama, tentu saja kamu harus hemat air. Bagi pelanggan PDAM, banyak memakai air sama saja artinya dengan banyak biaya pengeluaran. Soal yang satu ini memang harus dilatih secara bertahap karena penggunaan air di kehidupan sehari-hari sangat penting.

Cara awal untuk menghemat air adalah singkirkan bak atau bathtub dan mulai menggunakan pancuran (shower) saat mandi. Membasuh tubuh dengan air pancuran akan jauh lebih hemat karena debit air yang dikeluarkan jadi lebih sedikit. Kebiasaan lain yang juga patut dilakukan agar menghemat air adalah selalu menutup keran saat tidak dipakai, menyiram tanaman dengan air sisa cucian beras dan sayur, serta memilih mesin cuci dengan teknologi hemat air.

Cek pipa air

Kebocoran pipa air terkadang jadi masalah utama tagihan PDAM yang membengkak. Untuk menghindari hal ini, lakukan cek pipa air secara berkala. Perhatikan alur pipa dari mesin air hingga ke semua keran yang ada di rumah.

Lihat juga apakah ada rembesan air di dinding tempat menempelnya pipa air. Rembesan air, meskipun kecil, bisa menjadi pertanda adanya kebocoran pada pipa. Jika kebocoran cukup besar, tampung air yang keluar agar tidak terbuang percuma. Jika kebocoran tidak bisa diatasi sendiri, jangan ragu untuk menghubungi petugas PDAM terdekat.

Cek meteran secara berkala

Bagi pelanggan PDAM, cek meteran secara berkala juga tidak boleh diabaikan. Pengecekan ini dilakukan agar kamu dapat memastikan kecocokan antara debit air yang didapat dan besaran biaya yang akan dibayar nantinya. Saat meteran mulai terlihat ‘tidak wajar’, jangan ragu untuk menghubungi petugas. Jika dibiarkan, kerusakan teknis seperti ini akan merugikan kamu sebagai pelanggan.

Bayar tagihan tepat waktu

Terkadang, karena jumlahnya tidak sebesar tagihan listrik, internet, atau tv kabel, biaya tagihan air sering diremehkan dan dilewatkan begitu saja. Padahal, sama seperti yang lain, tagihan PDAM juga menerapkan sistem denda bagi pelanggan yang terlambat membayar. Terlambat satu atau dua bulan mungkin masih dianggap enteng. Akan tetapi, bagaimana jika tagihan jadi membengkak lalu terjadi pemutusan sambungan?

Sebagai pelanggan yang baik, membayar tagihan tepat waktu sudah menjadi keharusan. Apalagi bayar tagihan PDAM yang sudah jadi kewajiban setiap bulan. PDAM telah menetapkan jatuh tempo pembayaran pada tanggal 20 di tiap bulannya. Jika terlambat, denda senilai Rp17.000,00 akan melayang ke tagihan selanjutnya. Jika tidak membayar hingga 3 bulan lamanya, siap-siap saja aliran air akan diputus sepihak oleh PDAM.

Manfaatkan teknologi

Lalu apa yang bisa dilakukan jika keterlambatan pembayaran merupakan hal yang tidak disengaja? Saatnya kamu memanfaatkan teknologi dan berbagai kemudahan yang ada saat ini. Kamu bisa melakukan cek hingga membayar tagihan PDAM online lewat aplikasi Traveloka yang ada di ponsel.

Tagihan PDAM bisa dibayar di mana saja, selama ponsel dan sambungan internet ada di genggaman. Metode pembayaran pun bisa dilakukan lewat 8 cara, dan semuanya bisa disesuaikan dengan keadaan dan kenyamanan masing-masing. Jadi, tidak lagi ada alasan terlambat bayar PDAM hingga tagihan menumpuk.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here